Monthly Archives: September 2013

Operasionalisasi Konsep

Konsep sudah banyak dipelajari… tapi operasionalisasinya gimana…???

Ini copas dari blog mbak Retnadi:

Operasionalisasi Konsep

Seperti banyak orangtua lain, kami tentu ingin Hana & Fatih menjadi anak-anak yang soleh solehah, cerdas hati dan pikir, mandiri, kritis, dan sebagainya. Namun bagi saya, konsep-konsep itu masih abstrak, dan perlu diturunkan. Mengutip istilah jaman skripsi dulu: operasionalisasi konsep.

Oke, mau anak jadi soleh solehah. Sesoleh apa? Bagaimana cara mencapainya? Apa yang perlu kami persiapkan?

Untuk parenting Islami, saya sendiri mengagumi AyahBundaAzzam yang bisa mengoperasionalisasi konsep pendidikan Islami secara detil. Namun untuk menjiplak konsep itu, kami tahu diri: kami belum jadi role model seperti itu bagi anak-anak kami. Kami belum hapal juz 30, belum disiplin tilawah setiap hari—dengan tajwid pas-pasan pula, bolong-bolong di ibadah sunnah, dan lain-lain. Berkaca dari segala kekurangan itu, pantaskah kami menuntut anak-anak kami mengerjakan hal-hal yang belum sempurna kami lakukan? Rasanya tidak—atau belum. Tentu kami harus meng-upgrade diri dulu.

Dari Mbak Irma Nugraha, saya juga mendapat targeting life skills, yang lagi-lagi perlu dioperasionalisasikan konsepnya bersama Mas Catur.

image

 

 

Ilmuwan

Catet!

1. Materi Gratis HS bisa lihat di sini

2. Sumber materi lain:

http://www.3dinosaurs.com/printables/

http://www.homeschoolcreations.net/

3. Program: cari film atau buku biografi para ilmuwan

“Pendidikan mustinya lebih dari sekedar menumpuk fakta dan hafalan. Tujuannya adalah membangun karakter luhur. Semua pelajaran musti disajikan melampaui tataran teknis, sampai ke tataran ide. Ceritakanlah kisah-kisah sejarah di balik teori-teori besar, penemuan-penemuan hebat, daftar tahun-nama-peristiwa. Phytagoras, Plato, Euclid hingga Viète, Descartes, Pascal, atau Leibnitz – kenalkan para ilmuwan ini kepada anak sebagai pribadi, biarkan anak mengagumi semangat mereka yang pantang menyerah dalam menyibak rahasia alam. Maka rumusan yang abstrak menjadi hidup, formula yang dingin kini hangat menggairahkan.” – Ringkasan Vol. 2 Parents & Children pp. 117 ff (10)