Monthly Archives: October 2013

Nuklir

Copas dari obrolan orang di FB, siapa tau kapan2 diperlukan

 

Kenapa nuklir itu menggunakan uranium? Apa karena ikatan atomnya paling labil atau kenapa?

penjelasan sederhananya adalah karena uranium tergolong atom berat dengan jumlah proton sekitar 92, bandingkan dengan oksigen misalnya, yang hanya memiliki 8 proton. Proton ini harus dijejalkan dalam inti dari uranium padahal proton adalah muatan positif yang secara elektromagnetik akan tolak-menolak. Gaya nuklir bekerja untuk melawan gaya tolak-menolak tersebut dan menjaga inti atom agar tidak bubar. Untuk atom seperti oksigen dengan jumlah proton yg sedikit, mekanisme ini bekerja dengan sempurna menjaga kestabilan atom. Lain halnya dengan uranium yang memiliki proton sebegiu banyaknya, keseimbangan antara gaya nuklir dan gaya elektromagnetik menjadi lebih kritis (semakin banyak proton, semakin kuat gaya tola-menolak tersebut), proton-proton sudah sangat siap untuk bubar,sedikit saja diganggu (disenggol dengan neutron lambat misalnya), inti atom akan terpecah, lalu terjadilah reaksi yang melepaskan energi yang sangat besar (muatan positif sebegitu banyak yang dipaksa untuk berkumpul dalam suatu volume segitu kecil jelas menyimpan energi yang amat besar, bayangkan saja seperti pegas yang sudah ditekan sampai maksimum lalu dilepaskan).

Terus efek radiasi dari nuklir itu bagaimana terjadinya? Kenapa ada radiasi setelah ledakan nuklir?

Sebelum terpecah, proton berada dalam inti atom bersama dengan neutron. Keberadaan neutron lah yang memfasilitasi gaya nuklir yg menjaga proton utk tetap berada dalam inti. Ketika terjadi pemecahan inti (reaksi yg menyebabkan ledakan nuklir), inti atom terpecah menghasilkan dua inti “atom baru” dengan proton lebih sedikit, tidak semua neutron dapat diakomodasi di atom-atom baru tadi, ada sejumlah neutron yang harus dilepas dalam bentuk gelombang radiasi (ingat dalam dunia kuantum, partikel dan gelombang itu sama saja). Radiasi neutron ini dapat digunakan untk mengganggu atom berat lain dan memicu reaksi pemecahan lagi (ini yang disebut reaksi berantai), atau mengenai atom-atom lain, ditubuh manusia misalnya. Karena neutron tidak bermuatan, dia bisa menembus dalam sekali, mengenai atom-atom di tubuh kita, termasuk yang membentuk molekul-molekul di sel yg menentukan sifat genetik. Ketika atom-atom itu disenggol oleh neutron, ada elektronnya yang terlepas dan sifat kimianya akan berubah, molekul-molekul genetik itu akan berubah sifatnya, sering disebut sebagai mutasi genetik dan ini biasanya berbahaya. Selain radiasi neutron (yg dihasilkan dari mekanisme pemecahan/fisi), radiasi dalam bentuk lain (alpha, beta) bisa juga dilepaskan dari mekanisme yang namanya peluruhan, tp semuanya digolongkan sebagai radiasi radioaktif.

Setelah para saintis membuat bom atom untuk Hiroshima dan Nagasaki, sebagian dari mereka merasa bersalah. Nah, saat pemerintah dan militer Amerika hendak mendanai pembuatan bom hidrogen, para saintis itu menolak. Bisa gak tolong jelasin seperti apa gilanya bom hidrogen itu? Apakah lebih dahsyat dari bom atom?

kekuatan bom hidrogen sekitar 700-800 kali kekuatan bom di Hiroshima. Cara kerja bom hidrogen berlawanan dengan cara kerja bom atom. Bom atom bekerja berdasarkan reaksi pemisahan inti (fisi), sementara bom hidrogen bekerja dengan prinsip penggabungan inti (fusi). Para fisikawan menemukan bahwa pada temperatur tinggi, dua inti atom dapat digabungkan menjadi satu inti atom baru yang lebih berat, pada proses ini juga dapat dihasilkan energi yang amat besar. Reaksi eaksi yang dicoba adalah penggabungan isotop dari hidrogen yaitu deutrium dan tritium (isotop berarti atom yang sama dan hanya berbeda dalam jumlah neutron saja), itu sebabnya bom baru itu disebut bom hidrogen. Jika bom atom di hiroshima meluluh lantakkan sebagian besar kota, maka bom hidrogen mampu melenyapkan sebuah pulau. Para fisikawan banyak yang shock ketika melihat kedahsyatan bom ini, mereka menceritakan bagaimana yang tersisa dari pulau itu hanyalah sebuah lubang raksasa, bahkan burung-burung yang terbang tinggi pun berjatuhan dalam keadaan hangus.

(yg nanya: Alfathri Adlin, yg jawab: Muhammad Kemal Agusta)